Skip navigation

Senja berarak menuju barat, tapi aku melihatnya ke selatan.
Mengajak awan yang meninggalkan putih untuk berganti hitam.
Melampiaskan marahnya dari enam jam yang lalu.
Saat mereka masih berlindung dari kabut yang tebal itu.

Sungguh, aku takut dengan malam
Sungguh aku takut malaikat subuh datang
Sungguh aku rindu sayapnya yang melindungi
Sungguh aku rindu matanya yang berlari

Aku merindukan hujan yang tidak menjatuhkan air, hanya dingin yang menusuk mu,

Yudha Bagus

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 389 other followers