September 1, 2015

Bagaimana harus kusampaikan lagi kepada Matahari sore yang semakin membesar saat sore hari di kota ini. Padahal sudut sore tempat turun dia aku pun melewati. Sejajar dengan tinggi jembatan sebelum pulang.

Harus begitu lagi setelah seharian dihabiskan saat dia bangun sementara aku baru menidurkan selimut. Padahal suara subuh belum hilang.

Jika memang harus terbangun dan mengenali lagi, mengumpat lagi. Bagaimana lagi harus kuceritakan untuk cerita hujan yang akan datang beberapa minggu lagi. Dan aku masih mampu melewati malam yang ramai dan siang yang penuh curiga.

Sebab dia lah aku menyelimuti, menjauhkan bayang bayang yang semakin memanjang